Lestarikan Anyaman Gunung Karang, Kelompok PKM UNPAM Serang Dorong Pemberdayaan SDM Masyarakat Berbasis Digital

Foto: Kegiatan PKM Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang
Melalui pelestarian keterampilan lokal dan pemanfaatan teknologi digital, kegiatan PKM selama dua hari diharapkan membuka peluang pengembangan kerajinan anyaman agar semakin dikenal masyarakat luas.
PAWARTAMEDIA.ID– Kelompok Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari kelompok mahasiswa manajemen UNPAM Kampus Serang menggelar kegiatan pemberdayaan berbasis digital di kawasan Gunung Karang, Kabupaten Pandeglang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian kerajinan anyaman tradisional sekaligus meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi modern.
Kegiatan yang mengusung tema “Pemberdayaan SDM Masyarakat melalui Pelestarian dan Pengembangan Kerajinan Anyaman Berbasis Digital di Kawasan Gunung Karang” ini berlangsung selama dua hari, yakni hari Minggu dan Senin atau pada tanggal 1 & 2 November 2026. Adapun lokasi pemusatan kegiatan bertempat di Kampung Pasir Angin RT 01 RW 02, Kelurahan Pagarbatu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Ketua Kelompok PKM, Syipa Puspita, menjelaskan bahwa pelaksanaan pengabdian ini sengaja dirancang untuk menyentuh dua aspek krusial yang saling berkesinambungan, yaitu pelestarian keahlian lokal dan adaptasi digital.
“Pembagian kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami pentingnya menjaga keterampilan tradisional, sekaligus melihat peluang pengembangannya sesuai kebutuhan zaman,” ujar Syipa dalam keterangannya.
Pada hari pertama, Minggu (1/11), program difokuskan pada pengenalan kembali nilai, kreativitas, dan potensi budaya yang melekat pada kerajinan anyaman. Masyarakat diajak untuk meningkatkan kualitas, bentuk, dan fungsi produk tanpa menghilangkan ciri khas lokalnya.
Sementara pada hari kedua, Senin (2/11), fokus beralih pada materi teknis hilirisasi produk secara digital. Warga setempat dibekali pemahaman mengenai cara mengoptimalkan media sosial dan platform digital untuk promosi, teknik mengambil foto produk yang menarik, penulisan deskripsi yang jelas, hingga tata cara berkomunikasi dengan calon pembeli luar daerah.
Melalui program ini, keberlanjutan anyaman Gunung Karang diharapkan tidak lagi bertumpu pada pemasaran konvensional yang terbatas. Integrasi teknologi diharapkan menjadi stimulus bagi masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi dengan jangkauan pasar yang jauh lebih luas.
Selain Syipa Puspita selaku ketua, aksi kepedulian budaya ini juga digerakkan oleh empat anggota kelompok PKM lainnya, yaitu Feni Roudhoh, Jamaludin, Aulia Insani, dan Farhan Insani. Melalui kolaborasi ini, mereka berharap pembekalan selama dua hari tersebut dapat menjadi pemantik awal yang berkelanjutan bagi kemajuan UMKM kerajinan di Kabupaten Pandeglang.