Hari Santri Nasional: Menakar Peran Strategis Gen Z Hadapi Disrupsi Teknologi Berbasis Akhlak

foto: ilustrasi Hari santri
Oleh: Aden Wijaya (Ponpes Masyariqul Anwar Caringin Labuan)
PAWARTAMEDIA.ID – Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada hari ini menjadi momentum krusial untuk menyoroti peran Generasi Z (Gen Z) . Di tengah gempuran disrupsi teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan polarisasi digital, Gen Z ditantang untuk menjadi motor penggerak kemajuan bangsa tanpa kehilangan jati diri dan akhlakul karimah.
Secara historis, Hari Santri merujuk pada Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Jika dahulu medan perjuangannya adalah angkat senjata melawan fisik penjajah, kini medan tempur bagi Gen Z telah berpindah ke ruang digital.
Tantangan Gen Z saat ini tidaklah mudah. Sebagai digital natives, mereka hidup di era banjir informasi yang rawan akan hoaks, ujaran kebencian, penurunan kesehatan mental, hingga krisis moral akibat budaya pamer (flexing). Di sinilah nilai pendidikan pesantren hadir sebagai benteng pemisah dan penyaring. Peran strategis Gen Z kini diuji: bagaimana mereka memanfaatkan teknologi canggih, namun tetap berpegang teguh pada tuntunan etika dan moral yang kuat.
Tiga Peran Strategis Gen Z di Era Disrupsi
Kajian kontekstual saat ini memetakan tiga peran utama yang harus diambil oleh generasi muda santri:
- Penyaring Konten Negatif (Kreator Konten Berakhlak): Gen Z memiliki kreativitas tinggi untuk menguasai algoritma media sosial. Dengan nilai santri, mereka mampu memproduksi konten edukatif, kreatif, dan menyejukkan untuk melawan tren konten negatif.
- Duta Moderasi Beragama (Washatiyyah): Di tengah algoritma internet yang sering memicu perpecahan, Gen Z yang berjiwa santri berperan sebagai jembatan perdamaian. Mereka membawa narasi keagamaan yang inklusif, toleran, dan seimbang.
- Inovator Teknologi yang Humanis: Keahlian Gen Z dalam bidang coding, data, maupun AI harus diarahkan untuk kemaslahatan umat. Penguasaan sains ini wajib berjalan beriringan dengan prinsip kemanusiaan demi menjaga etika pemanfaatan teknologi.
Hari Santri Nasional bukan sekadar perayaan seremonial tahunan. Hari ini adalah pengingat bahwa Sains dan Akhlak tidak boleh dipisahkan. Gen Z yang tangguh, mandiri, dan berakhlak mulia adalah kunci utama Indonesia dalam memenangkan persaingan di era disrupsi global.