Tingkatkan Daya Saing UMKM, Dosen Universitas Pamulang (Unpam) Gelar Pelatihan Literasi Digital bagi Pengrajin Anyaman Bambu Brand Vittaloka di Desa Tegalmaja

Sumber: Dokumentasi PKM Tahun 2026 Desa Tegalmaja-Kragilan
Kota Serang,16 Oktober 2026 — Transformasi digital menjadi salah satu peluang strategis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk. Dalam rangka mendukung upaya tersebut, Universitas Pamulang (Unpam) melalui Dosen dan Mahasiswa Program Studi Manajemen S1 Kampus Kota Serang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Tegalmaja Kecamatan Keragilan, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (8/10/2026). Dengan mengadakan kegiatan Pelatihan Literasi Digital dan Kesiapan Sumber Daya Manusia Pengrajin Anyaman Bambu Brand Vittaloka dalam Menghadapi Pasar E-Commerce diarahkan untuk memperkuat kompetensi pengrajin dalam menghadapi perkembangan perdagangan berbasis digital.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 3 (tiga) Dosen Universitas Pamulang (Unpam) Tri Suseno Aji, S.E., M.M. , Andriyansah Setiawan, S.E., M.M. dan Feby Arma Putra, S.Pd., M.Si., M.M. serta dengan melibatkan 2 (dua) mahasiswa Didi dan Fitri Maelani sebagai bagian dari tim pelaksana. Kegiatan tersebut berfokus pada peningkatan pemahaman literasi digital serta kesiapan sumber daya manusia (SDM) pengrajin dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pengembangan usaha kerajinan anyaman bambu.
Kerajinan anyaman bambu Brand Vitaloka merupakan salah satu potensi usaha lokal yang memiliki nilai fungsional, budaya, dan ekonomi. Produk kerajinan tradisional ini berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas apabila didukung oleh strategi pemasaran yang tepat, inovasi produk, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital.
Namun, perkembangan pasar yang semakin kompetitif menuntut pelaku UMKM untuk tidak hanya mengandalkan metode pemasaran konvensional. Penguasaan teknologi digital, kemampuan membuat konten promosi, pemahaman terhadap platform e-commerce, serta keterampilan melayani pelanggan secara daring menjadi aspek penting dalam pengembangan usaha.
Melalui kegiatan pelatihan ini, penguatan literasi digital ditempatkan sebagai salah satu langkah untuk membantu pengrajin memahami perubahan pola pemasaran dan perilaku konsumen. Pengrajin diharapkan dapat mengenali berbagai peluang pemanfaatan media sosial dan platform perdagangan elektronik untuk memperkenalkan produk, membangun identitas merek, serta memperluas jaringan pelanggan.
Selain penguasaan teknologi, kesiapan SDM juga menjadi perhatian utama. Adaptasi terhadap perkembangan digital membutuhkan kemauan untuk belajar, kreativitas, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, serta pemahaman mengenai keamanan transaksi dan pelayanan konsumen. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi pengrajin perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pemanfaatan teknologi dapat memberikan manfaat nyata bagi perkembangan usaha.
Keterlibatan Tri Suseno Aji, S.E., M.M., Andriyansah Setiawan, S.E., M.M., dan Feby Arma Putra, S.Pd., M.Si., M.M. dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal melalui penguatan pengetahuan dan kesiapan sumber daya manusia. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pengrajin mengembangkan pola pikir yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis tanpa meninggalkan karakter, kualitas, dan nilai tradisional produk anyaman bambu.
Pengembangan pemasaran digital bagi Brand Vitaloka juga memiliki relevansi dengan upaya memperkuat keberlanjutan usaha kerajinan lokal. Dengan memadukan keterampilan tradisional dan pemanfaatan teknologi, produk anyaman bambu berpotensi memperoleh eksposur pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi pelaku usaha.
Pada akhirnya, pelatihan literasi digital dan kesiapan SDM ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung transformasi usaha pengrajin anyaman bambu Brand Vitaloka di Desa Tegalmaja. Peningkatan kompetensi digital yang disertai pengembangan kualitas SDM diharapkan mampu memperkuat daya saing produk, membuka peluang pasar baru, dan mendorong keberlanjutan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Tentang Kegiatan
Pelatihan Literasi Digital dan Kesiapan Sumber Daya Manusia Pengrajin Anyaman Bambu Brand Vittaloka dalam Menghadapi Pasar E-Commerce di Desa Tegalmaja merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penguatan kapasitas pelaku usaha lokal. Kegiatan ini menempatkan literasi digital dan pengembangan kompetensi SDM sebagai aspek penting dalam mendukung adaptasi UMKM terhadap perkembangan perdagangan elektronik serta pelestarian potensi ekonomi kerajinan tradisional.