Perkuat Fondasi Bisnis UMKM, Tim Dosen UNPAM Kampus Serang Edukasi Keuangan di UMKM Bambu Kreasi Desa Tegalmaja

Foto: Pelaksanaan PKM Dosen Manajemen di Desa Tegalmaja-Kragilan–Kab. Serang
PAWARTAMEDIA.ID, SERANG – Pengelolaan keuangan yang tertib menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kemampuan mencatat penerimaan dan pengeluaran, menyusun anggaran, serta memisahkan keuangan pribadi dari keuangan usaha tidak hanya membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan bisnisnya, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan strategi usaha dan mengambil keputusan secara lebih terencana. Menyadari pentingnya kemampuan tersebut, tim dosen Universitas Pamulang Kampus Kota Serang menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Peningkatan Literasi Keuangan melalui Pelatihan Kas dan Anggaran di UMKM Bambu Kreasi” pada 8–9 Oktober 2026 di Desa Tegalmaja, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kapasitas pelaku UMKM, khususnya pada aspek pengelolaan keuangan usaha. Melalui pelatihan yang berorientasi pada kebutuhan praktis, tim PKM berupaya memperkenalkan cara pengelolaan keuangan yang sederhana, sistematis, dan dapat diterapkan dalam aktivitas operasional sehari-hari.
Dalam menjalankan usaha, kemampuan menghasilkan produk yang berkualitas perlu diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang baik. Aktivitas penjualan yang berjalan lancar belum tentu mencerminkan kondisi keuangan usaha yang sehat apabila penerimaan, pengeluaran, modal, dan keuntungan tidak tercatat dengan jelas. Pengelolaan keuangan yang kurang terstruktur dapat menyulitkan pelaku usaha dalam mengetahui jumlah dana yang tersedia, memperkirakan kebutuhan operasional, serta mengevaluasi perkembangan usaha. Oleh karena itu, literasi keuangan menjadi salah satu kemampuan dasar yang perlu diperkuat dalam pengembangan UMKM. Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan mengenai uang, tetapi juga mencakup kemampuan menggunakan informasi keuangan untuk merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi aktivitas usaha. Melalui kegiatan PKM ini, tim dosen Universitas Pamulang Kampus Kota Serang mendorong pengelola UMKM Bambu Kreasi agar memahami bahwa pencatatan dan perencanaan keuangan merupakan bagian penting dari pengelolaan bisnis, bukan sekadar kegiatan administratif.
Salah satu materi utama yang diberikan dalam kegiatan ini adalah pencatatan dan pengelolaan kas. Materi tersebut menekankan pentingnya mendokumentasikan setiap transaksi penerimaan dan pengeluaran secara teratur agar pelaku usaha memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai pergerakan uang dalam bisnisnya. Pencatatan kas dapat dilakukan melalui format sederhana yang memuat tanggal transaksi, keterangan, jumlah uang masuk, jumlah uang keluar, dan saldo kas. Dengan pencatatan tersebut, pelaku usaha dapat mengetahui penggunaan dana sekaligus memantau kondisi keuangan pada periode tertentu. Selain itu, peserta juga memperoleh materi mengenai penyusunan anggaran usaha. Anggaran membantu pelaku UMKM memperkirakan penerimaan dan mengalokasikan dana berdasarkan kebutuhan serta prioritas operasional, mulai dari pengadaan bahan baku, biaya produksi, transportasi, hingga kebutuhan pengembangan usaha. Dengan adanya perencanaan anggaran, pelaku usaha dapat mengendalikan penggunaan dana dan melakukan evaluasi apabila terdapat perbedaan antara rencana dan realisasi pengeluaran.
Materi lainnya yang diberikan dalam pelatihan adalah pentingnya pemisahan keuangan pribadi dan keuangan usaha. Dalam kegiatan UMKM, dana usaha terkadang masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, sementara uang pribadi dapat digunakan untuk menutup kebutuhan operasional bisnis. Apabila transaksi tersebut tidak dicatat dengan jelas, pelaku usaha akan mengalami kesulitan dalam mengetahui kondisi keuangan bisnis secara akurat. Pemisahan keuangan bertujuan agar modal, penerimaan penjualan, biaya operasional, dan hasil usaha dapat dipantau dengan lebih baik. Ketua tim PKM, Ahmad Faruq, S.Sy., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini diarahkan untuk membangun pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang tertib dan berkelanjutan. Menurutnya, pelatihan ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengelola keuangan secara lebih tertib, mulai dari pencatatan kas hingga penyusunan anggaran, sehingga informasi keuangan dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan usaha.
Melalui kegiatan ini, tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pamulang Kampus Kota Serang yang terdiri atas Ahmad Faruq, S.Sy., M.M., Yayuk Rufiatun, S.E., M.E., dan Nur Rohmansah, S.Ak., M.M., berupaya menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan praktis pelaku usaha, khususnya dalam aspek pengelolaan keuangan. Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memungkinkan dosen menerapkan ilmu pengetahuan untuk membantu menjawab persoalan di masyarakat. Bagi UMKM Bambu Kreasi, penguatan literasi keuangan diharapkan dapat menjadi fondasi dalam membangun tata kelola usaha yang lebih tertib, profesional, dan berkelanjutan. Kemampuan mengelola kas, menyusun anggaran, serta memisahkan dana pribadi dan dana bisnis merupakan langkah mendasar yang dapat mendukung proses pengambilan keputusan serta perencanaan pengembangan usaha. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih terencana, pelaku UMKM diharapkan memiliki bekal yang lebih baik untuk menjaga keberlangsungan bisnis, menghadapi perubahan kebutuhan operasional, dan merencanakan pertumbuhan usaha secara bertahap.
Materi lainnya yang diberikan dalam pelatihan adalah pentingnya pemisahan keuangan pribadi dan keuangan usaha. Dalam kegiatan UMKM, dana usaha terkadang masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, sementara uang pribadi dapat digunakan untuk menutup kebutuhan operasional bisnis. Apabila transaksi tersebut tidak dicatat dengan jelas, pelaku usaha akan mengalami kesulitan dalam mengetahui kondisi keuangan bisnis secara akurat. Pemisahan keuangan bertujuan agar modal, penerimaan penjualan, biaya operasional, dan hasil usaha dapat dipantau dengan lebih baik. Ketua tim PKM, Ahmad Faruq, S.Sy., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini diarahkan untuk membangun pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang tertib dan berkelanjutan. Menurutnya, pelatihan ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengelola keuangan secara lebih tertib, mulai dari pencatatan kas hingga penyusunan anggaran, sehingga informasi keuangan dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan usaha.
Melalui kegiatan ini, tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pamulang Kampus Kota Serang yang terdiri atas Ahmad Faruq, S.Sy., M.M., Yayuk Rufiatun, S.E., M.E., dan Nur Rohmansah, S.Ak., M.M., berupaya menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan praktis pelaku usaha, khususnya dalam aspek pengelolaan keuangan. Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memungkinkan dosen menerapkan ilmu pengetahuan untuk membantu menjawab persoalan di masyarakat. Bagi UMKM Bambu Kreasi, penguatan literasi keuangan diharapkan dapat menjadi fondasi dalam membangun tata kelola usaha yang lebih tertib, profesional, dan berkelanjutan. Kemampuan mengelola kas, menyusun anggaran, serta memisahkan dana pribadi dan dana bisnis merupakan langkah mendasar yang dapat mendukung proses pengambilan keputusan serta perencanaan pengembangan usaha. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih terencana, pelaku UMKM diharapkan memiliki bekal yang lebih baik untuk menjaga keberlangsungan bisnis, menghadapi perubahan kebutuhan operasional, dan merencanakan pertumbuhan usaha secara bertahap.